Kamis, 15 September 2016

Mengenal Proses Pengecoran Logam

Bertitik tolak pada cara kerja proses ini, maka proses pembuatan jenis ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Proses penuangan dan
2.      Proses pencetakan.
Proses penuangan adalah proses pembuatan benda kerja dari logam tanpa adanya penekanan sewaktu logam cair mengisi cetakan. Cetakan biasanya dibuat dari pasir, plaster keramik atau bahan tahan api lainnya.
Proses pencetakan adalah proses pembuatan benda kerja dari logam cair disertai dengan tekanan sewaktu logam cair tersebut mengisi rongga cetak. Pada proses ini, cetakan biasanya dibuat dari logam.

Jumat, 09 September 2016

Sistem Pendinginan Sepeda Motor

Setiap motor bakar memerlukan pendinginan. Untuk itu dikenal adanya sistem pendinginan pada sepeda motor.
Secara umum sistem pendinginan berfungsi sebagai berikut:
1. Mencegah terbakarnya lapisan pelumas pada dinding silinder.
2. Meningkatkan efisiensi/daya guna thermis.
3. Mereduksi tegangan-tegangan thermis pada bagian-bagian silinder, torak, cincin torak dan katup-katup.
Pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder menghasilkan panas yang tinggi. Pada motor bakar hasil pembakaran menjadi tenaga mekanis hanya sekitar 23 sampai dengan 28 %.
Sebagian panas keluar bersama gas bekas dan sebagian lain hilang melalui pendinginan. Meskipun pendinginan merupakan suatu kerugian jika ditinjau dari segi pemanfaatan energi, tetapi mesin harus didinginkan untuk menjamin kerja secara optimal. Selain itu pendinginan juga mutlak diperlukan guna menjaga kestabilan temperatur kerja motor.

Selasa, 06 September 2016

Malam Kebersamaan Siswa Otomotif SMK Negeri 1 Sragi

Untuk meningkatkan solidaritas sesama siswa, guru dan civitas Otomotif SMK Negeri 1 Sragi, maka diadakanlah Malam kebersamaan.
Kegiatan tersebut diadakan pada Hari Sabtu 4 Agustus 2016  yang diawali dengan upacara pembukaan Oleh Kepala SMK Negeri 1 Sragi yang diwakili Oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Dedy Wiardika, S.T  dan berakhir pada Sabtu 5 Agustus 2016 yang ditutup oleh WaKa Sarana dan Prasarana; Yudi Kusmaryanto, S.Pd.

Dewan Guru dan Wali Kelas yang hadir pada acara tersebut diantaranya Lestary Widayani, S.Pd selaku Wali Kelas X-TSM, Gde Witastra, S.T selaku wali kelas X-TKR, Mulyan Teqi, S.Pd selaku wali kelas XI-TKR, Melrani Sidabalok, S.Pd selaku Ketua Jurusan Bisnis dan Manajemen, Kurniawan, S.Kom selaku Ketua Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Hermawan, S.Kom, dan tidak ketinggalan Pemateri skaligus motivator handal SMK Negeri 1 Sragi juga hadir pada kesempatan tersebut yaitu Bapak Mansyur, S.Pd.I, Nur Rona Budiman, S.Pd, Dedy Wiardika, S.T yang selain menjabat Wakil Kepala Sekolah juga sekaligus Guru Produktif Otomotif.
Point yang ingin dicapai untuk malam kebersamaan kali ini adalah menumbuhkan Budaya 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun). 

Selasa, 23 Agustus 2016

SILABUS DASAR KOMPETENSI KEJURUAN



SILABUS
Nama Sekolah                     :  SMK Negeri 1 Sragi
Mata Pelajaran                    :  Dasar-dasar Mesin
Prodi Keahlian                     : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian         : Teknik Kendaraan Ringan
Kelas/Semester                   :  X / 1 dan 2
Standar Kompetensi           :  Memahami Dasar-Dasar Mesin
Alokasi Waktu                      :  72 X 45 menit
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
TM
PS
PI
1.    Menjelaskan dasar Ilmu Statika dan Tegangan
§ Besaran skalar, besaran vektor, sistem satuan, dan hukum Newton dijelaskan dengan benar.
§ Besaran skalar, besaran vektor, sistim satuan dan hukum Newton disebutkan sesuai buku informasi
§ Besaran skalar, besaran vektor, sistem satuan, dan hukum Newton dimengerti dengan benar.
§ Besaran skalar, besaran vektor, sistim satuan dan hukum Newton disebutkan dengan buku informasi
·       Diagram benda bebas dan keseimbangan didemonstrasikan sesuai dengan kaidah-kaidah baku.
·       Diagram benda bebas dapat dibuat sesuai dengan kaidah-kaidah baku.

·       Pengantar ilmu mekanika.
·       Besaran skalar dan besaran vektor.
·       Sistem satuan.
·       Hukum Newton.

§ Konsep gaya.
§ Sistem gaya 2 dimensi:

·       Gaya resultan
·       tegangan.

§ Menentukan pengertian mekanika statika dengan cara mengali informasi dari Modul..
§ Membedakan besaran skalar dan besaran vektor  dengan mempelajari contoh-contoh bentuk besaran
§ Mendeskripsikan pengertian  satuan  besaran   skalar dan besaran vektor dengan menggali berbagai informasi
§ Merumuskan kembali pengertian hukum Newton dengan cara mengali informasi dari Modul..
§ Mempelajari prinsip dasar mekanika statika dengan cara mengali informasi dari Modul.
·     Mempelajari menerapkan besaran vektor dengan cara mengali imdomasi dari Modul
·     Mempelajari pengertian konsep gaya
·     Mendeskripsikan momen dan kopel
·     Mendeskripsikan penjumlahan gaya melalui pengerjaan soal-soal latihan
·     Menerapkan besaran vector dalam mempre-sentasikan gaya, momen dan kopel
·     Menerapkan diagram benda bebas dan kondisi keseimbang-an
·       Menerapkan diagram benda bebas dan kondisi keseimbangan untuk menghitung gaya dalam sistem mekanika
·       Mempelajari  konsep  tegangan dengan mengaplikasipan pada pengerjaan soal-soal
·       MemahamiPengertian tegangan normal.
·       Menghitung  tegangan geser.
·       Menghitung  tegangan tarik
·       Mendeskripsikan Pengertian tegangan puntir ( torsi ) melalui penggalian berbagai informasi
·  Tes tertulis
·  Observasi/ pengamatan
·  Interview


24


·  Modul
·  Internet
·  Buku Ilmu Statika dan Tegangan

2.    Menerangkan Komponen / Elemen Mesin.

§ Pengetahuan /pemahaman terhadap komponen sambungan mesin dipahami
§ Sambungan mati dan sambungan hidup dibedakan
§ Pengetahuan /pemahaman terhadap poros dan aksesoris-nya dikenal
§ Macam-macam poros disebutkan. Sesuai dengan buku informasi.
§ Pengetahuan /pemahaman terhadap komponen penerus daya fleksibel dikenal
§ Macam-macam penerus daya dapat dipahami
·       Fungsi dan prinsip kerja komponen sambungan.
·       Jenis  sambungan
·       Fungsi dan prinsip kerja poros dan aksesorisnya.
·       Jenis-jenis poros.
·       Beban utama pada poros.
·       Jenis-jenis bantalan.
·       sabuk dan rantai..
·       Kelebihan dan  kekurang-an penerus daya sabuk  dan rantai.
§ Mendeskripsikan pemaaham terhadap masing-masing komponen sambungan dengan cara menggali imformasi dari modul.
§ Mendeskripsikan fungsi dan prinsip kerja komponen dengan menggali berbagai informasi
§ Mempelajari Keuntungan dan kerugian masing-masing sambungan
§ Menerapkan pemahaman terhadap fungsi dan prinsip kerja komponen sambungan dalam bekerja  .
§ Mempelajari  komponen poros dan aksesorisnya dengan cara menggali imformasi dari modul. .
§ Mendeskripsikan fungsi dan prinsip kerja poros dengan menggali berbagai informasi.
§ Mendeskripsikan fungsi dan prinsip kerja berbagai aksesoris poros dengan menggali berbagai informasi
§ Menerapkan pemahaman fungsi dan prinsip kerja poros serta aksesorisnya dalam bekerja
§ Mempelajari pemahama  terhadap komponen  penerus daya fleksibel dengan cara menggali imformasi dari modul.
·  Tes tertulis
·  Observasi/ pengamatan
·  Interview


24


·   Modul
·   Internet
·   Buku Komponen/ Elemen Mesin




Rabu, 17 Agustus 2016

KOMPETENSI KEJURUAN (TEKNIK KENDARAAN RINGAN)


SISTEM HIDROLIK

Pengertian Sistem Hidrolik

Bertahun-tahun yang silam manusia telah menemukan kekuatan dari perpindahan air, meskipun mereka tidak mengetahui hal tersebut merupakan prinsip hidrolik. Sejak pertama digunakan prinsip ini, mereka terus menerus mengaplikasikan prinsip ini untuk banyak hal untuk kemajuan dan kemudahan umat manusia. Hidrolik adalah ilmu pergerakan fluida, tidak terbatas hanya pada fluida air. Jarang dalam keseharian kita tidak menggunakan prinsip hidrolik, tiap kali kita minum air, tiap kali kita menginjak rem kita mengaplikasikan prinsip hidrolik.

Hidrolika merupakan suatu cabang dari ilmu perihal arus yang meneliti arus zat cair melalui pipa-pipa yang tertutup. Dalam hal ini akan terjadi energi tekanan , yang lewat suatu zat cair hidrolik (minyalnya minyak) diubah menjadi kerja. Zat ini bertindak sebagi pengalih energi.

Berdasarkan prinsip ini (hukum hidrostatistik) bekerja misalnya:
a.    Pompa-pompa hidrolik.
b.   Alat pengatur dan alat peniru pada mesin perkakas.
c.    Kopling hidrostatik.
d.   Penggerak-penggerak zat cair.

Senin, 08 Agustus 2016

MEMELIHARA BATERAI



A.     FUNGSI BATERAI
Secara umum baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik pada kendaraan. Lebih lanjut baterai  berfungsi :
1.      Saat mesin mati sebagai sumber energi untuk menghidupkan asessoris, penerangan, dsb.
2.      Saat starter untuk mengidupkan sistem starter dan menyediakan arus yang memadai untuk sistem pengapian saat mesin dinyalakan (crangking)
3.      Saat mesin hidup memberikan suplai ke beban (load) saat kebutuhan beban tersebut tidak mampu dipenuhi oleh sistem pengisian kendaraan.
4.      baterai berfungsi sebagai stabiliser suplai listrik pada kendaraann

B.      KONSTRUKSI BATERAI
 
Gambar 1. Kostruksi baterai

Konstruksi baterai terdiri dari :
1.      Kotak baterai (case)
·         Merupakan kotak yang menahan dan melindungi komponen-kompoenen baterai dan elektrolit, memisahkan sel-sel baterai dan menyediakan ruang pada bagian bawah untuk endapan plat-plat baterai yang meluruh.
·         Terbuat dari plastik keras yang transparant
2.      Cover
cover terikat permanen pada case
3.      Plat-plat baterai (plates)
·         merupakan kisi-kisi atau rangka tempat pemasangan campuran antimon dan timah.
·         Plat positif ditandai dengan warna coklat gelap yang terbuat dari timah peroksida (PbO2)
·         Plat negatif  ditandai dengan warna abu-abu yang terbuat dari timah spongi (Pb)
·         Jumlah plat pada baterai akan menetukan besar arus yang dihasilkan baterai
4.      Separator
·         Merupakan pemisah berlubang (porous insulator) yang terletak antara palt positif dan plat negatif
·         Berfungsi untuk mencegah terjadinya kontak antara plat positif dengan plat negatif

Senin, 01 Agustus 2016

Overhoul Sistem Pendingin dan komponennya

1) Sistem Pendinginan Mesin Sangat diperlukan

Menurut neraca panas, pada motor bakar hanya akan diperoleh sekitar 25 persen hasil pembakaran bakar yang dapat diubah menjadi energi mekanik. Sebagian besar panas akan keluar melalui gas buang (kira-kira 34 persen), melalui sistem pendinginan (kira-kira 32 persen) dan sisanya akan melalui kerugian pemompaan dan gesekan.



                                                     Gambar 1. Neraca panas pada mesin

Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan pada motor menjadi penting, karena panas
yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapatmencapai 32 persen.

Bila mesin tidak didinginkan akan terjadi pemanasan yang lebih (overheating) dan akan mengakibatkan gangguan- gangguan sebagai berikut:
  1. Bahan akan lunak pada suhu tinggi. Contoh: torak yang terbuat dari logam paduan aluminium akan kehilangan kekuatannya (kira-kira sepertiganya) pada suhu tinggi (300ºC), bagian atas torak akan berubah bentuk atau bahkan mencair.
  2. Ruang bebas (clearance) antara komponen yang saling bergerak menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena panas berlebihan. Misalnya torak akan memuai lebih besar (karena terbuat dari paduan aluminium) daripada blok silinder (yang terbuat dari besi tuang) sehingga gerakan torak menjadi macet.
  3. Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan oleh perubahan suhu. Misalnya cincin torak yang patah, torak yang macet karena adanya tegangan tersebut.
  4. Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang berlebihan. Jika suhu naik sampai 250 ºC pada alur cincin, pelumas berubah menjadi karbon dan cincin torak akan macet sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau cincin macet (ring stick). Pada suhu 500 ºC pelumas berubah menjadi hitam, sifat pelumasannya turun, torak akan macet sekalipun masih mempunyai ruang bebas.
  5. Pembakaran tidak normal. Motor bensin cenderung untuk terjadi ketukan (knocking).